TORAJA POST ID Sebuah kecelakaan truk yang mengerikan terjadi di Jalan To’ Nanakan, wilayah Sareale, Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara, Sabtu 12 Juli 2025. Kecelakaan ini menewaskan tujuh orang, sementara tujuh lainnya luka-luka dan satu korban dirujuk ke Makassar untuk perawatan lebih lanjut.
Korban meninggal dunia antara lain Jeni Parimanan (22), Saenal (33), Selpiana Lobo (43), Yuliana Kadang (36), Ludia Salu (65), Petrus Ngala (65), dan Aris Tangkelembang. Di antara mereka, terdapat satu keluarga yang harus kehilangan tiga anggotanya sekaligus: seorang ayah, ibu, dan anak perempuan.
Namun, di balik duka yang mendalam, ada kisah pilu yang menyayat hati. Dua anak kecil, Nepal dan Nesya, harus menerima kenyataan pahit kehilangan ibu, kakek, dan nenek mereka dalam satu hari yang sama.
Tragisnya, mereka telah lebih dulu ditinggal sang ayah dua tahun lalu. Kini, di usia belia, mereka harus menjalani hidup sebagai yatim piatu.
Saat jenazah ketiga anggota keluarganya disemayamkan di Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Nepal dan Nesya terlihat duduk dalam kesunyian. Keduanya seakan tak percaya bahwa orang-orang yang selama ini mendampingi hidup mereka telah pergi untuk selamanya.
Menyaksikan kepiluan itu, Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja turut memberikan pendampingan pastoral dan dukungan moral. Pendeta Alfred Anggui, yang hadir melayat, mengajak semua pihak mendoakan keluarga korban, terutama kedua anak yang kini sebatang kara.
“Tuhan tidak pernah lepas tangan. Dia hadir dalam luka dan kehilangan. Mari kita berdoa agar penghiburan sejati datang bagi keluarga dan anak-anak ini,” ucap Pdt. Alfred.
Truk terbuka bernomor polisi DP 8979 TB yang mengangkut 20 penumpang itu sebelumnya membawa warga yang baru menghadiri acara adat kematian Rambu Solo’ di Lo’ko Uru, Kecamatan Rindingallo. Diduga, kondisi jalan curam dan sempit menjadi penyebab truk oleng dan terguling.
Sopir truk dikabarkan kesulitan mengendalikan kendaraan saat melewati batu besar di jalan akibat longsor. Akibatnya, truk terjungkal dan menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.*



