TORAJA POST ID Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) SMKN 1 Tana Toraja, Oktovianus Tonapa Ganna, memberikan klarifikasi terkait isu pungutan liar yang diduga melibatkan siswa di sekolah tersebut.
Oktovianus menegaskan bahwa selama masa jabatannya, tidak ada pungutan yang dibebankan kepada siswa.
“Saya mulai menjabat sebagai Kepala Sekolah pada Februari 2023. Sejak saat itu, saya tidak tahu menahu mengenai adanya pungutan sebelumnya. Semua prosedur yang saya jalankan sesuai dengan aturan dan surat edaran dari Dinas Pendidikan,” tegas Oktovianus, Sabtu, (1/2/2025).
Klarifikasi ini disampaikan menanggapi keluhan sejumlah wali murid yang menyebut adanya pungutan liar. Oktovianus menegaskan bahwa kwitansi pembayaran yang beredar di media bukanlah transaksi yang terjadi selama masa kepemimpinannya.
“Itu adalah pembayaran yang terjadi sebelum saya menjabat,” jelasnya.
Oktovianus juga membantah adanya pungutan resmi terkait pengambilan ijazah. Menurutnya, siswa hanya diminta memberikan sumbangan sukarela dengan jumlah yang sangat terbatas dan tanpa paksaan.
“Jika ada yang memberikan sumbangan, itu hanya Rp10.000 sebagai bentuk keikhlasan, bukan pungutan resmi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa semua kebijakan yang diambil selama kepemimpinannya telah sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Saya berkomitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sekolah. Tidak ada pungutan liar yang terjadi selama saya memimpin,” tambahnya.
Salah seorang wali murid, Herman, yang sempat mendatangi pihak sekolah untuk menanyakan masalah pungutan, mengaku puas dengan penjelasan yang diberikan.
“Pihak sekolah telah memberikan penjelasan yang jelas dan meyakinkan. Selama Pak Oktovianus menjabat, tidak ada pungutan yang dibebankan kepada siswa,” ujar Herman.
Sementara Ketua Komite SMKN 1 Tana Toraja, Welem Somalinggi, juga membenarkan pernyataan Oktovianus. Menurutnya, selama kepemimpinan Oktovianus, tidak ada pungutan liar yang terjadi.
“Jika ada sumbangan, itu berdasarkan kesepakatan bersama dengan orang tua siswa dan bersifat sukarela,” tegas Welem.
Oktovianus menegaskan bahwa dirinya berkomitmen penuh untuk menjaga integritas dan transparansi dalam pengelolaan sekolah.
“Saya ingin memastikan bahwa semua proses di sekolah ini berjalan sesuai aturan dan tidak memberatkan siswa maupun orang tua. Pendidikan haruslah terjangkau dan berkualitas,” ucapnya.
