Ombas-Marthen Pertimbangkan Ajukan Sengketa ke MK Pasca Kekalahan di Pilkada

TORAJA POST ID Pasangan calon Bupati Toraja Utara nomor urut 1, Yohanis Bassang-Marthen Rante Tondok, tengah mempertimbangkan untuk mengajukan sengketa hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke Mahkamah Konstitusi (MK) setelah kalah dari pasangan nomor urut 2, Dedy Palimbong-Andrew Branch Silambi.

Meskipun hasil rekapitulasi suara yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Toraja Utara menunjukkan pasangan Bassang-Marthen meraih 62.647 suara, mereka kalah dengan selisih 5.775 suara dari pasangan Dedy-Andrew yang memperoleh 68.422 suara.

Bacaan Lainnya

Namun, Yohanis Bassang yang akrab disapa Ombas ini menyatakan bahwa mereka sedang menyusun bukti-bukti untuk membuktikan adanya dugaan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) yang dilakukan oleh pihak lawan.

“Mudah-mudahan bisa, kami akan kumpulkan bukti-bukti. Bukti sementara kami sedang kami siapkan dan terus berkonsultasi dengan kuasa hukum kami,” ungkap Ombas seperti yang dikutip dari rakyatsulsel, Selasa (3/12).

Ombas menyebut, salah satu dugaan pelanggaran yang sedang mereka selidiki adalah penyalahgunaan Program Indonesia Pintar (PIP). Dia mengklaim bahwa ada intimidasi terhadap orang tua penerima PIP, khususnya di tingkat SD, SMP, dan SMA.

Menurutnya, penerima PIP di Toraja Utara yang berjumlah lebih dari 42 ribu orang, sebagian besar diancam dengan pencabutan bantuan jika tidak memilih pasangan nomor urut 2.

“Mereka dipanggil satu per satu dan diintimidasi, diberitahukan bahwa anak-anak mereka akan dikeluarkan dari penerimaan PIP jika tidak memilih Paslon nomor 2,” ujar Ombas.

Ombas menegaskan bahwa potensi pelanggaran ini akan mereka bawa ke MK sebagai bukti bahwa pemilu di Toraja Utara tidak berlangsung secara adil.

“Kami tidak akan tinggal diam. Tim pemenangan kami telah mencatat semua dugaan intimidasi ini. Kami pasti akan membawa hal ini ke MK,” tegas Ombas.

Dengan hanya selisih 5.775 suara, Ombas menyebutkan bahwa hasil Pilkada Toraja Utara sangat dipengaruhi oleh praktik intimidasi terhadap ribuan penerima PIP.

“Ini sangat masif dan terstruktur. Kami akan buktikan itu di MK,” katanya.

Sementara itu, Dedy Palimbong dan Andrew Branch Silambi, pasangan yang memenangkan Pilkada Toraja Utara, belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut.

Pos terkait